Tulisan ini adalah hasil pengalaman Citra Dyah Prastuti, penulis buku Cheers UK yang juga member 'tuek' milis MPASI Rumahan.
Citra membuat saya kagum karena pada saat itu dialah yang paling rajin share soal bagaimana mempraktekan manajemen makanan bayi dengan metode Frozen alias dibekukan. Semoga artikel ini berguna untuk para orang tua yang juga ingin menggunakan metode Frozen Homemade Baby Food yah!
Kombinasi antara orangtua bekerja dan punya balita itu seringkali bikin pusing keliling. Apalagi begitu tiba di soal makanan. Setelah melewati masa-masa perjuangan ASI, maka akan segera tiba etape berikutnya: MPASI. Ketika sampai di tahap ini, maka orangtua sebaiknya menetapkan aliran mana yang mau diikuti. Misalnya, apakah mau pakai garam/gula atau tidak, apakah mau memberikan makanan instan atau tidak. Bagi yang memilih untuk tidak memberikan makanan instan dengan alasan apa pun, maka etape perjuangan berikutnya menanti. Bagaimana cara memberikan makanan segar alias rumahan ini kepada balita? Kalau diberkahi status sebagai stay-at-home-mom, aman. Bagaimana kalau ortu bekerja?
Menyerah? Jangan dong!
Niat Dulu...!
Penting juga memastikan kalau ini adalah keputusan bersama: ibu dan ayah. Kalau emaknya doang yang kepingin begini, wah bisa keok di tengah jalan tuh. Semangat bisa redup kalau nggak ada partner yang segendang sepenarian. Jangan lupa, makanan instan itu selalu lebih gampang, mudah, cepat, nggak repot dan berbagai keistimewaan lainnya. Godaan itu bisa meruntuhkan daya juang memberikan MPASI rumahan, lho.
Ada seribu jalan ke Roma. Kalau ‘Roma’nya sudah ditetapkan yaitu mau memberikan MPASI segar dan rumahan, maka kita pastikan lah ada seribu jalan itu.
Saya pilih frozen food buat anak saya, Mantra Senja, karena dua alasan.
Kedua, di frozen food ada ‘sentuhan ortu’. Kenapa begitu? Sebab saya memastikan kalau frozen food untuk Senja itu hasil olahan saya dan Hilman, suami saya. Setiap hari ada pengasuhnya Senja, tapi urusan makanan, biar kami saja yang siapkan. Mungkin deep down inside ini juga bentuk kompensasi ‘rasa bersalah’ karena meninggalkan anak untuk bekerja ya. Paling enggak, dengan menyiapkan frozen food itu sendiri, saya jadi tahu persis apa yang masuk ke perut Senja.
Asik dan Seru!
Saya bukan jago masak, meski punya koleksi buku resep yang lumayan banyak, haha. Yang jelas, saya menikmati semua proses menyiapkan frozen food ini.
Kami penganut aliran ‘tidak pakai gula-garam’ untuk makanan Senja selama MPASI ini. Ini tentu memudahkan saya dalam menyiapkan makanan. Nggak bakal ada makanan yang ‘nggak enak’, karena semua adalah rasa asli si makanan itu. Jadi saya nggak akan dihantui rasa ketakutan ‘ini makanan keasinan atau enggak ya?’ dan sejenisnya, karena toh ini nggak pakai bumbu apa pun, hehe. Dijamin berasa jago masak deh!
Keputusan untuk menempuh jalur frozen food ini juga berdampak positif bagi keakraban saya dan suami, sungguh! Malam-malam setelah Senja tidur, kami masih melek untuk mengukus, memblender, memasukkan ke dalam tempat ice cubes tray, lalu memasukkan ke freezer semua makanan yang disiapkan untuk Senja. Untuk itu kami membagi tugas. Seperti kata Hilman,”Kamu yang bikin menunya, aku eksekutor saja.” Untuk itu Hilman nggak keberatan kalau pulang kantor diorder mampir dulu ke supermarket atau pasar untuk beli ini itu. Dia juga senang kalau diminta memblender dan menyiapkan segala pritilan. Termasuk mencuci barang-barang yang dipakai untuk menyiapkan makanan (oh manisku, terima kasih tak terkira ya!).
Repot? Ah ya jangan itunya yang dibayangin! Kalau nggak mau repot, ya jangan punya bayi *belagu*
Peralatan Tempur
Sahabat setia saya dalam perjuangan MPASI Rumahan adalah milis paling ngehits buat emak-emak paling kewl sejagad raya: MPASI Rumahan. Untuk itu marilah kita nobatkan piala kehormatan untuk Mak Depe yang sudah memulai milis keren ini *smooch!*
Informasi lain saya dapatkan dari sini. Tentu saja nggak semua peralatan di sana familiar buat dapur-dapur kita. Jangan menyerah. Bukankah hidup itu selalu penuh improvisasi?
Ini adalah daftar peralatan tempur saya dalam menyiapkan MPASI Rumahan:
· Magic jar
Fungsi: mengukus buah dan sayur sebelum diblender. Kalau tidak pakai magic jar ya bisa saja, apa pun lah, asal untuk mengukus. Magic jar bisa juga menggantikan fungsi panci untuk mengetim kubus-kubus beku ini.
· Blender & grinder (itu lho, temannya blender yang ukurannya kecil, biasanya untuk menggiling bumbu dapur)
Fungsi: menghaluskan bahan makanan, tingkat kehalusan/kekasaran tinggal diatur sendiri (manual). Jangan lupa sesuaikan juga dengan usia bayi.
· Ice cubes trays + cling wrap
Fungsi: menampung hasil blenderan makanan. Satu cube kira-kira 1 oz. Sekarang banyak juga ice cubes tray yang berikut tutup. Kalau sudah pakai itu ya tidak perlu pakai cling wrap untuk menutup bagian atas ice cubes tray itu. Pas jaman Senja MPASI dulu, ice cubes tray yang pakai tutup harus beli di Singapura. Widih, males dong. Jejak karbon itu barang bakal terlalu besar dan mahal hihihi. Lalu, berapa banyak ice cubes tray yang dibutuhkan? Tergantung usia bayi (jumlah porsi makin besar kalau bayi makin besar toh?) dan tergantung mau serepot apa (kalau punya trays banyak, maka bisa satu ronde untuk bikin kubus-kubus makanan itu dalam sekaligus banyak). · Wadah plastik bertutup rapat atau kantong ziplock
Fungsi: meletakkan kubus-kubus makanan yang sudah beku, sehingga ice cubes tray bisa diberdayakan lagi. Bertutup rapat tuh maksudnya ya begitu, hehe. Misalnya, yang kalau tutupnya dikencengin bunyi ‘ceklek-ceklek’ gitu lho. Oya, pilih lah wadah plastik yang food grade (biasanya ditandai dengan gambar sendok garpu di bagian bawah wadah) dan freezer safe (ada keterangannya juga di bagian bawah wadah). Kalau nggak pakai wadah plastik itu, bisa juga pakai ziplock. Keunggulan ziplock, bentuknya lebih fleksibel kalau isi freezer penuh.
· Panci
Fungsi: mengetim kubus-kubus makanan itu. Bisa juga pakai magic jar yang lebih praktis.
· Wadah ASI
Fungsi: menampung ASI secukupnya untuk campuran MPASI. Ini tentunya untuk MPASI tahap awal yang harus dicampur susu. Karena saya pakai ASI, jadi saya pakai botol kaca wadah ASI dalam jumlah sedikit, karena kan hanya untuk campuran. Kira-kira saya isi hanya 20-an ml. Kalau pakai susu formula, ya mudah, tinggal buat susunya dalam porsi kecil.
Wadah-wadah, Bersatulah!
Ketika menu makanan Senja masih yang dasar-dasar saja (usia 6 bulan), maka puree yang disiapkan juga makanan dasar. Ibarat baju, maka puree ini adalah blazer hitam, kemeja putih, celana kain warna gelap dan sepatu pantofel hitam. Jadi di freezer saya ada puree beras merah, beras putih, kentang, brokoli, wortel, jagung manis, dll.
Satu porsi makan, misalnya, 4 kotak beras merah + 2 kotak wortel. Lagi-lagi, ini mesti disesuaikan dengan usia bayi. Kalau makanannya sudah advanced, maka porsinya juga bertambah. Biasanya saya pakai wadah plastik ukuran 180ml, untuk seporsi makanan. Itu diisi sampai penuh, tuh.
Karena kebutuhan frozen food ini, saya punya sedikitnya 15 wadah plastik aneka ukuran untuk menampung makanannya Senja. Rasanya senang hati ini begitu buka freezer yang penuh dengan wadah aneka bentuk berisi makanan, minuman dan cemilan Senja!
Agenda Kerja
Sesuai pengalaman saya dan Hilman menyiapkan frozen food untuk Senja, langkah-langkahnya begini:
· Siapkan menu
Biasanya saya bikin menu seminggu, atau malah sekalian untuk sebulan. Dengan begitu, saya bisa bikin variasi menu yang asik buat Senja. Bakal terlihat juga komposisi buah-sayur-karbohidrat-protein yang saya perkenalkan ke Senja: cukup variatif atau itu-itu saja.
· Kukus-blender-wadahi
· Buat catatan
Catatan ini diperlukan untuk mengetahui ‘umur’ dari masing-masing bahan makanan yang sudah dibekukan. Prinsip first-in-first-out seperti di ASI beku, juga diterapkan di sini. Catatan ini biasanya saya tempel di pintu freezer, supaya gampang terpantau. Kalau makanan yang dibekukan sudah satu menu siap santap, saya kasih label judul menu di wadahnya.
· Sajikan
Contoh Resep
Bahan makanan apa saja yang bisa dibekukan? Mari coba longok laman ini untuk panduan awal. Salah satu resep karbohidrat yang dibekukan untuk Senja adalah puree kentang. Cara membuat puree kentang ini tentunya mudah. Kalau nggak mudah, rasanya nggak bakal saya kerjakan J
Setelah halus, dimasukkan ke dalam ice cubes tray, ditutup pakai tutup plastik cling wrap (bukan yang kertas timah lho ya), lantas masukkan ke freezer. Paginya, pasti sudah beku dong. Pindahkan kubus-kubus itu ke wadah plastik atau ziplock, supaya ice cubes tray itu bisa digunakan lagi.
Porsi makanan disesuaikan dengan usia bayi. Waktu Senja usia 7 bulan, seporsi makan dia kira-kira 4 kubus puree kentang beku. 1 kubus konon setara dengan 1 oz (saya nggak tahu apa padanan ukurannya di Indonesia). Kalau sudah dicampur dengan ASI (dan/atau air) maka jadi semangkok bubur bayi tuh, banyak!
Aneka Menu Frozen Food
Kalau di freezer sudah tersedia aneka rupa kubus-kubus beku sayur-buah-protein-karbohidrat, tinggal mix-and-match menu deh kayak baju! Misalnya, pagi makan puree buah, siang menyantap puree kentang dan brokoli, sementara sore menikmati bubur-beras-merah-beku dicampur dengan puree sayur. 4 sehat 5 sempurna tercapai!
Nah, kalau bayinya sudah lebih besar, maka makanan beku juga bisa lebih advanced. Saya pernah memberikan makanan yang terbuat dari bubur beras putih + tumis ayam dan brokoli (ditumis dengan unsalted butter), lantas dibekukan. Besoknya, Senja menyantap makanan itu dengan gembira dwongs!
Menu makanan Senja makin seru di usia 8 bulan. Misalnya, bubur temciswormatging. Wooohoo, apa tuh? Isinya adalah beras merah-putih, tempe, buncis, wortel, tomat, daging. Atau bubur dari beras merah dan putih, dicampur tahu, buncis, wortel, brokoli, tomat, labu siam, fillet dada ayam. Yummieh! Bisa juga, bubur kentang, brokoli, daging sapi giling, jagung manis dan nantinya dihidangkan dengan keju parut. Wuiiih, ini udah mengalahkan chef mana pun!
Bisa juga menyiapkan kubus-kubus beku aneka kaldu. Praktis tuh. Karena kaldu beku itu kan bisa dicemplungin ke aneka makanan, dan ready to use. Bikin yang banyak juga nggak bakal rugi, karena pasti akan terpakai. Kalau nggak keburu terpakai untuk makanan Senja, ya untuk makan kami-kami yang dewasa kan bisa juga.
Kalau tadi menyiapkan makanan utamanya, maka jangan lupa siapkan cemilan bekunya. Biasanya ini berupa buah-buahan. Segala macam juga bisa dijajal: apel, pepaya, melon, mangga, dan sebagainya. Saking rajinnya, Hilman pernah menghabiskan 1 buah melon untuk di-frozen-food-kan untuk Senja!
Tips lain, begini. Kalau mulai merasa ‘hilang akal’ kehabisan resep, rajin-rajinlah bertandang ke blog emak-emak tangguh lainnya, terutama yang suka masak untuk bayi-balita mereka. Senantiasa ada resep mudah-murah-gembira di sana, kok.
So, What’s Stopping You?
Nggak ada makanan yang lebih lezat dibandingkan makanan yang disiapkan orangtua sendiri, lengkap dengan bumbu cinta kasih. Frozen food tak ubahnya perpanjangan tangan orangtua kan J
Selamat berkreasi!
Citra Dyah Prastuti
Bunce dari Mantra Senja (sekarang 3 tahun)
@citradp | citradp @ yahoo . com











22 komentar:
mbak, kalo makanan di frozen gitu gizinya apa gak ilang ya?
Regards,
Frederika
yahudd deh catatannya. citra ternyata rajin banget yah ihihihihihi. Jadi muncul rasa bersalah saya yang gak serajin citra :). banyak berguru sama ibu satu ini.
Langsung bookmark! Tengkyu buwat posting nyang amat sangat bergunah ini. *sembahsujud*
Sip banget ini infonya. Bermanfaat buat buibu yang kerja tapi pengen kasih homemade mpasi. Makasih atas share ilmunya mba ;)
baguuussss banget sharingnya, like this..
tapi ada yg mau ditanyakan nih, bubur yg udah campur2 ituh si bubur temciswormatging dibekuinnya dalam keadaan udh nyampur gitu? atau dibekuin masing2 per bahan? kalo masing2 berarti dicairkannya masing2 juga yah? baru dicampur pas mau disajikan, begitukah?
teruuuussss... proses mencairkannya dr freezer lgsg masuk magic jar atau perlu turun ke kulkas bawah dulu siy??
mohon pencerahan.. saya akan segera mengikuti jejak freezing baby food nih... thank yoooouuuu
Blog walking Mbak..., izin copas yach.., mau di share ke milis parenting di kantorku, TQ banget infonya, LIKE THIS !!!
Waah baru liat ada banyak komentar :)
@Frederika: soal gizi hilang atau enggak, saya doakan yang terbaik aja deh buat makanan itu. Mem-freeze makanan buat Senja adalah langkah yang saya ambil demi tidak pakai makanan instan. Saya pilih 'gizinya berkurang dikit' (andai benar begitu) daripada 'nggak ada gizi sama sekali' (dengan makan makanan instan) hehe.
@Vivi: *blushing*
@Astutibaning: Hehe, laksanakaaann..
@Ayu: mudah-mudahan ini win-win solution buat emak bekerja hehe.
@Neng: bubur itu dibekukan dalam kondisi udah nyampur, bukan per bahan. Pencairannya serupa dengan pencairan ASI beku: diturunin dulu semalam sebelumnya, lalu dikeluarin suhu ruang. Tapi ya saya manusia biasa, suka lupa nurunn makanan hehe. Kadang suka langsung masuk ke magic jar. Lagi-lagi, saya doakan yang terbaik aja buat makanan itu, supaya tetap bergizi buat Senja hehe.
hallo baru gabung ni...mau nanya nih boleh gak di friser itu di gabung makanan bayi ama makanan ortu kayak daging atau ikan...apa baunya gak kecampur aduk ya??? masalahnya kan kulkas cuma satu hehhehehe thanks ya
hallo baru gabung ni...mau nanya apa booleh di frizer itu makanan bayi dan makanan ortu seperti daging dan ikan di jadikan satu ya? apa baunya gak kecampur di makanan bayi? soalnya kan kulkas cuma satu hehheheh thanks ya
makasih banyak ilmunya ... anakku msh 3 bln .. tp lebih baik jauh2 hari .. ibunya berguru dulu ya ... masih deg deg an kali pertama mpasi apa dulu yaaa??
we-o-we!..
ada kemiripan sih dgn metode yg saya lakuin tp tdk telalu rajin seperti ibu yg satu ini nihh..
btw, mo nanya dongggg..adakah tips ttn? seperti tdk boleh menggunakan panci yg berbahan alumunium utk masak atau semacamnya??..
kereeeeen! langsung bookmark. makasih yah mbak buat sharing2nya :)
thank u banget bwt sharing-nya...
sangat bermanfaat bwt newmom niy...
sista, suka sekali aku dengan catatanmu ini aku pengen buatin frozen buah2an juga buat sikecil cos kalo makanan aku masih bisa spare makanan tiap hari :)
sista, suka sekali aku dengan catatanmu. aku juga mau buatin untuk sikecil ah, yg frozen buah2an aja kalo makanan aku bisa siapin setiap hari :)
waww.. berguna banget sharingnya.. saya jg butuh metode kaya gini.. mau nanya nih, kalau bubur atau nasi tim bisa difreezerkan jg ga ya? teksturnya berubah ga? mau minta dikasih tau donk caranya.... tengkyu bgt yaaa
tengkyuuuu yaaaa Mba Citra ... jadi makin semangat bikin MPASI Rumahan ... *hug*
Wah..aku tertolong!Very inspiring.deg2an jg mau mulai mpasi buat si kembar.tq bgt ^_^
Halo, baru mampir lagi nih *dadah-dadah*
@made: kulkas saya juga cuma satu :) dan bukankah kebanyakan rumah itu kulkasnya satu juga ya? *cari temen* jadi ya yang penting makanan buat si bayi ini tertutup dengan baik, sehingga bau gak nyampur. saya sih seneng cari-cari wadah, jadi gak keberatan ketika hunting wadah paling oke buat mpasi ini dulu.
@weyda: yang pertama niat dulu :)
@gessi: sejauh ini saya pakai alat masak yang sama dengan saya. biar gak lengket, pakai yang ada teflonnya. itu aja sih. tapi bisa juga dicari tahu lebih lanjut *apasih*
@cita: tekstur memang ada yang bisa berubah. tapi kan tekstur itu kadang hanya soal penampilan aja: gak kece. emaknya cobain dulu aja. kalau rasanya aman, ya aman lah. mumpung si anak belum demanding minta makanan yang presentasinya kece haha.
@all: yang penting adalah semangatnya. dan dukungan dari keluarga terdekat *peluksuami* good luck ya!
wah jadi semangat menggunakan jurus ini ney bwt MPASI babyku. mau nanya dunk kalo bubur beras dengan metode frozen bisa ga ya?? terus untuk buah yang tidak dikukus seperti pisang, pepaya, apakah bisa dengan metode frozen.. terimakasi
mba, klo di frozen nya ga dicampur langsg boleh ga? tar stlh diangetin baru dicampur2. bisa ga gitu ya? thx
mbak.. Klo frozen food ini buat waktu brapa lama y kira2 udh mesti Ï‘ abisin ? Sebulan ??
awal bulan depan ankku udh mau 6bln,jdi aq pgn stok jg dari skrg2.. Blh kn yh ? ;)
Poskan Komentar