tentang blog mpasirumahan

Blog ini merupakan kumpulan tulisan yang pernah saya buat di forum ataupun Milis Yahoogroups : mpasirumahan Serta pilihan topik menarik dari para member yang ada di milis MPASI Rumahan (arsip).
Tulisan-tulisan yang ada merupakan hasil membaca buku referensi, dan pengalaman pribadi dalam menyiapkan Makanan Pendamping ASI anak pertama saya untuk di-sharing bersama teman-teman.
Sama sekali bukan tulisan dari seorang ahli gizi ataupun konsultan kesehatan, tidak dimaksudkan untuk menggantikan saran dari tenaga kesehatan dan gizi profesional.
Silakan dibaca, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan per MPASI-an secara umum. Namun apabila ada keraguan silakan dikonsultasikan kepada tenaga profesional.
Masukan, koreksi dan saran sangat saya hargai....maklum.. cuman mak-mak yang mencoba merangkum apa yang telah dialami selama ber-MPASI Rumahan (^_^)

Rabu, 02 Desember 2009

Yuk! PO Kaos Mama Koki Handal & MPASI Rumahan!!


SPESIAL! hanya ada di weblog MPASIRumahan dan MamakuKokiHandal!

Sebetulnya ini impian saya sejak beberapa waktu lalu, sekalian cari dana operasional untuk weblog Mamaku Koki Handal dan MPASIRumahan. Setelah cari-cari partner yang tepat, akhirnya saya memutuskan bekerjasama dengan Mbak Reani Lare-lare untuk membuatkan kaos lucu ini untuk dipakai oleh anak kita tercuinta.

Semua kaos berwarna dasar Putih dengan 2 (dua) desain yang berbeda:
  1. Yang pertama bertuliskan "Mamaku Koki Handal" (gambar bisa diintip di http://twitpic.com/r4r74 , kalo yang nggak ada tulisan 'mamaku' itu bakalan jadi celemek untuk maknya .. hihihii) KODE: MKH1
  2. Yang kedua bertuliskan "Aku ♥ Masakan Mamaku", itu taglinenya milis MPASIRumahan dan MKH. (Gambar bisa diintip di http://twitpic.com/r4qra ) KODE: MKH2
Harganya
@Rp.50000,- Untuk ukuran XS, S, M, L

@Rp. 55000,- Untuk ukuran XL, XXL
(tidak termasuk ongkos kirim).

Untuk pembelian 2 kaos akan saya bonuskan stiker dengan desain yang sama dengan yang ada di kaos! \('c')/ Lumayaaan.. buat ditempel-tempel di mobil, lemari, dapur, atau di laptop.

Sementara untuk stiker tidak untuk dijuwal yaa.... (^_^)v

Cara Memesan:

Tinggalkan komen di postingan ini yang berisi,
Nama Lengkap:
Umur Anak:
Tinggi/Panjang Badan Anak:
Berat Badan Anak:
Lebar bahu anak:
Nomer HP&Telepon yang ON terous :
Alamat Email:
Alamat Pengiriman:
Kode Kaos Pesanan :

Tenang, komentar yang masuk akan selalu termoderasi, sehingga data-data tersebut tidak akan 'nongol' untuk umum :-), hanya untuk keperluan saya dan mbak reani saja.

Nanti akan saya followback via email untuk ukuran kaos, dan nomer rekening yang digunakan untuk membayar.

PO I ditunggu hingga hari SELASA 10 DESEMBER 2009!

Jumat, 27 November 2009

Sharing Soal Pisang alias Banana Untuk MPASI


Tulisan ini saya rilis di milis pada November 25 2009, Emang sedang jadi hot topics dan kebetulan menemukan sesuatu yang 'baru'. Mohon koreksi apabila ada kesalahan. Terimakasih!


Ibuk-ibuk (dan ada bapaks walo sedikit),

mau sharing soal pisang yang lagi jadi trending topics di milis ini. Serasa ada hashtag di kata 'pisang' (#pisang)

Jadi, kemaren saya pas tugas di luar kantor nggak sengaja nemu banner-nya pisang Sunpride (red: Sunpride adalah MEREK, bukan jenis pisang). Tapi saya rasa ini berlaku pada semua jenis pisang.

Tolong koreksi saya kalo saya salah, tapi jenis pisang Sunpride adalah pisang Cavendish. Nah pisang cavendish ini dibawa keluar dari perkebunan dalam keadaan masih berwarna hijau. Nah sepanjang perjalanan distribusi dari perkebunan ke toko maka si pisang akan me-ranum. Warnanya semakin menguning.

Saat kuningnya Mulus (kuning rata), pisang memang sudah siap dikonsumsi.

Namun ada indikator warna dimana pisang berada pada titik keranuman TERBAIK. Yaitu kuning dengan bintik-bintik coklat di kulit luarnya. Menurut mereka, pisang dengan warna kulit yang berbintik coklat inilah yang gizinya paling POL. Istilah bahasa jawanya "dalu"

Nah, saya jadi berpikir.. mungkin ini sebab mengapa ibu saya selalu mewanti-wanti saya untuk memberikan pisang yang "dalu", yang sudah berbintik coklat, bukan yang masih kuning mulus (untuk pisang cavendish) atau hijau mulus (pisang ambon). Karena pada beberapa anak bayi, pisang yang kurang dalu bisa menyebabkan sembelit.

Mengenai pisang untuk makanan bayi, emang sih seperti "tradisi" namun nggak wajib lho Bu. Kalo emang anaknya nggak tahan sama pisang, ya jangan diberikan dulu.

Dan ehm... pisang ambon pleus pisang ijo menurut desas desus oma-oma adalah pisang yang paling 'aman'.

Itu aja sih yang mau saya share, semoga bermanfaat!

Salam,

depezahrial

Kambing Dan Domba Untuk MPASI Rumahan


Ini adalah tulisan yang saya rilis di milis pada tanggal November 26 2009, Saya pribadi belum pernah memberikan baik daging kambing maupun domba pada anak saya sebelum usia 12 Bulan. Namun memang di beberapa resep makanan bayi *edisi bule hehe* daging domba bisa dimanfaatkan untuk variasi makanan pendamping ASI/Susu untuk bayi. Mohon dikoreksi apabila terjadi kesalahan.


Hai ibu-ibu...

Aku barusan aja baca2 tanggalan american grill *iseng ya? Tanggalan kok dibaca*... Dan ada info sedikit soal domba (lamb) dan kambing (mutton)

Karakteristik mereka memang mirip, yang beda adalah nutrisinya:

DOMBA:
Kolesterol 66mg/100gr
Kalori 167kcal/100gr

KAMBING:
Kolesterol 75mg/100gr
Kalori 144kcal/100gr

Jadi, daging domba lebih baik daripada daging kambing.
Dan kemaren,waktu ada ibu di milis yang nyari resep daging kambing untuk MPASI emang ga ada. Tapi kalo resep pake daging domba sih ada. Saya lihat di bukunya Sara Lewis yang edisi asli (bukan translate). Jadi si daging domba itu diperlakukan kayak daging biasa aja. Dimasak bersama dengan sayuran spt sukini, wortel dan Beras.

Ntar ya kalo lagi sela saya share resepnya disini.

Salam,

depezahrial

Senin, 02 November 2009

Go Organic atau Living Regular? Impor atau Lokal?


Go Organic or Living Regular?

Sebetulnya, mau pake sayuran dan makanan yang biasa pun tetep aja yang dimakan adalah 'benda' organik. Organik kan artinya hidup.. Tapi, untuk bahasan yang sekarang, makanan organik adalah makanan yang diperoleh/dibudidayakan melalui cara yang alami, natural, tanpa melibatkan bahan-bahan kimia untuk mem-boost hasil akhirnya. Misal, kalau sayuran ya di tanam begitu saja. Pupuknya pakai pupuk kompos, dan untuk menghalau hama mengandalkan tanaman yang bisa menghalau hama atau membiarkan predator serangga pengganggu memakannya.

Kalau berupa hasil ternak, si hewan diberi makanan naturalnya. Kalo unggas ya dibiarkan mencari makan 'seadanya' dan ditambah biji-bijian alami, kalau sapi ya diberi rumput saja. Nggak ada cerita tuh dikasih pellet yang isinya protein hewani juga...

Kalo gitu kenapa harga bahan makanan organik mahal? Wong diproduksinya juga 'seadanya' gitu.

Yaa.... Ada sisi kapitalis marketing juga sih. Secara mengonsumsi makanan organik konon mengangkat derajat kesehatan (dan status sosial...hahhaah...) dan sehat itu mahal.

Tapi dalam produksi sayur dan buah organik tentunya hanya yang terbaik yang bisa dilempar ke pasar. Karena tidak menggunakan pestisida kimiawi, maka hasil panen pun nggak semua mulus. Katakan punya 5M2 lahan stroberi, cuman setengah aja yang mulus. Lainnya ada yang digigit ulat,busuk dll tentu nggak dijual. Jadilah sisanya tetap dijual dengan harga produksi lahan utuh. Mahal? Jelas...

Nah, bagaimana dengan pilihan bahan makanan untuk MPASI anak kita tercinta?

Sebetulnya kalo bisa pakai bahan organik tentuuu sangat OK, namun bukan berarti pakai bahan makanan biasa jadi nggak sehat.

Bahan makanan yang tidak diperoleh secara 'organik', artinya diproduksi dengan cara yang 'biasa' bukan berarti nggak sehat. Yang penting cara mempersiapkannya yang harus diperhatikan. Misalnya, untuk sayuran berkulit silakan dicuci-kupas-cuci lagi dan keringkan sebelum diolah. Sayuran berdaun dipetik,dan dicuci dengan air mengalir satu persatu hingga bersih. untuk per-hewan-an, pilih ayam kampung, daging segar, dan ikan segar di pasar. Nggak susah kok...

Nah, kalopun memang ada rejeki lebih boleh banget menggunakan full organik untuk makanan bayi Anda. Tapi kalau menurut pendapat saya, ada baiknya tetap mengenalkan makanan yang 'biasa'. Kenapa? Anda harus berpikir jangka panjang, apabila bayi selalu terkena barang 'baik' maka dia tidak pernah membuat imunitas untuk sesuatu yang 'jahat'. Dan seperti yang Anda lihat, Indonesia kan bukan negara yang bersih dan steril = 'jahat'.

Istilahnya, kalo suatu hari nanti anak kita keluar main ke dunia yang nggak sepenuhnya berisi bahan-bahan 'organik' yang bersih dan sehat (kayak tempat pijet dehh...) maka dia sudah memiliki proteksi pada dunia yang liar ini.

 

Impor atau Lokal Ya?

Nah ini juga lumayan membingungkan, atau sebenarnya 'terlalu' dibikin bingung?

Soalnya, di poin pemberian MPASI ada yang menyatakan dengan lugas bahwa sebaiknya MPASI dibuat dari BAHAN-BAHAN  LOKAL.

Masalahnya, kita -para ibukibuk- lebih sering membrowsing resep MPASI dari web-web bule, dimana terdapat bermacam bahan makanan ajaib. (dan emang beberapa waktu lalu belom ada milis mpasirumahan , weblog ini, dan weblog mamaku kokihandal yang keren ituh... Hahhaha) Jadi, secara nggak disengaja juga kita jadi terbawa untuk mencicip-kan yang namanya butternut squash lah, zukini lah, atau alpukat selandia baru, kiwi, blueberry.... You name it. Padahal, makanan pertama untuk bayi sebetulnya nggak usah dibawa pusing dengan memberikan makanan impor itu. Nggak semua yang impor bagus lhoo...

Jadi, mari kita manfaatkan dulu bahan-bahan lokal yang biasa kita temukan di pasaran. Misal:

Kacang hijau = menggantikan lentils

Ubi kuning = Sweet potato

Terong ungu = pengganti zukini

Labu parang = rasanya mirip sekali dengan kabocha

Lobak putih = teksturnya mirip dengan radish

Jeruk Pacitan = Jeruk sunkist

Jeruk Bali = Grapefruit

Selain itu banyak juga sayuran dan buah lokal yang juga nikmat untuk makanan bayi dan balita Anda, seperti kangkung, bayam, wortel, buncis, labu air, labu siam, pisang raja, pisang ambon, mangga, belimbing, tomat buah (tomat gendut), kacang panjang, jagung, bunga kol putih, dll *cape nyebutinnya.. hehehe...*

Jadi, jangan merasa bersalah atau merasa 'kurang' kalo nggak menggunakan produk organik atau produk impor. Semuanya bisa diatur dan diseimbangkan sesuai kebutuhan (^_^)v


Salam,

DepeZahrial

Kamis, 08 Oktober 2009

FAQ #7 : Prinsip Food Hygiene


Tulisan ini merupakan tulisan dari dr. Yossi Arioseno, teman dan juga moderator milis MPASIRumahan. Makasih sudah berbagi dengan kami ya, Yos!

Dear Moms and Dads,

Saya melihat banyak pertanyaan tentang masalah food hygiene di milist ini,
sehingga saya ingin sedikit sharing prosedur untuk Food Hygiene di perusahaan tempat saya bekerja.

Menurut WHO, ada 5 kunci keamanan pangan, yaitu:
1. Jagalah kebersihan
2. Pisahkan pangan mentah dari pangan matang
3. Masaklah dengan benar
4. Jagalah pangan pada suhu aman
5. Gunakan air dan bahan baku yang aman

Mengapa diperlukan Food Hygiene n Sanitasi?
1. Mencegah bahaya bologis/kuman (bakteri, virus, jamur, parasit)
2. Mencegah bahaya kimia yang bisa berasal dari racun buatan (pestisida,
pengawet) ataupun racun alami (hewan n tumbuhan yang beracun)

Kuman bisa berada di makanan/bahan pangan dari mana2 moms, mulai dari sumber
makanan, tempat pembelian/pengepul, transportasi, penyimpanan, pengolahan,
sampai penyajian. Kontaminasi kuman bisa terjadi di setiap titik diatas.

Untuk mencegah Food Borne Illness, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan,
antara lain:

Memperbaiki cara membeli dan memilih makanan.
Perhatikan suhu makanan saat membeli,
Makanan beku (-18C)
Daging/ikan segar pada kondisi dingin (<5C)
Dairy produk (<5C)

Cara memilih daging segar.
Yang diterima: daging sapi warna merah teran seperti cherry, daging kambing
merah muda, tekstur daging kembali (membal) setelah disentuh.
Yang ditolak: daging warna coklat, coklat kehijauan, hijau, bintik2 ungu, hitam,
putih, atau hijau, tekstur kurang lentur, lengket, atau kering, berbau
asam/anyir

Cara memilih ikan segar.
Yang diterima: insang merah cerah, kulit cerah mengkilat, mata cerah, bersih dan
penuh, tekstur daging keras dan kembali (membal) setelah ditekan.
Yang ditolak: warna insang keunguan, buram, kulit kering dan tidak mengkilat,
bau amis/ammonia, mata berawan, ada lingkaran merah, cekung, tekstur lembut, dn
berbekas waktu ditekan

Cara menyimpan makanan
Makanan harus tertutup dengan plastic wrap atau wadah yang tertutup saat
dimasukkan ke chiller/freezer, untuk mencegah kontaminasi ke makanan lain.
Mayonaise, susu, keju, harus masuk ke chiller saat tidak digunakan.

Pengolahan makanan
Tidak membuat makanan yang setengah matang (spt telur setengah matang)
Tidak membiarkan bahan makanan di udara terbuka lebih dari 4 jam

Penyajian makanan
Prinsipnya, makanan panas disajikan panas, makanan dingin disajikan dalam
keadaan dingin

Yang sering dilupakan, kebersihan water dispenser, water dispenser harus rutin
dibersihkan, karena air merupakan media yang subur untuk kuman.

Semoga sedikit hal diatas bisa berguna.
Pegel juga ngetiknya di handphone soalnya mom :P
Hehehe

Regards,
Yossi Arioseno
 

Aku Mendukung MPASI Rumahan !

Mengenai Saya

Foto Saya
d e p e z a h r i a l
seorang anak, seorang istri, seorang ibu, seorang pekerja, seorang mahasiswa.
Lihat profil lengkapku

MPASI Rumahan Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino